LLangara Citra
Sejarah Kesultanan Buton di Langara: benteng & situs peninggalan

Jejak Kesultanan Buton di Langara: Benteng dan Situs yang Masih Berdiri

Jejak Kesultanan Buton di Langara masih tampak lewat benteng, makam, dan situs yang berdiri di pesisir Konawe Kepulauan hingga kini.

Jejak Kesultanan Buton di Langara: Benteng dan Situs yang Masih Berdiri

Ringkasan Cepat

  • Langara adalah ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, di Pulau Wawonii.
  • Kesultanan Buton berpusat di Pulau Buton dan berpengaruh luas di jazirah tenggara Sulawesi.
  • Peninggalan berupa benteng, makam tokoh, dan situs lama tersebar di beberapa titik pesisir Wawonii.
  • Akses ke Langara lewat laut dari Kendari atau Pelabuhan Unaaha, serta penerbangan perintis.
  • Masyarakat Wawonii memiliki ikatan sejarah dan budaya dengan dunia maritim Buton.

Jejak yang Masih Berdiri di Pesisir Wawonii

Dari dermaga Langara, laut Banda terbuka lebar. Perahu-perahu nelayan bersandar, dan di balik deretan rumah panggung, kontur tanah mulai menanjak. Di situlah beberapa peninggalan lama masih bertahan, meski tidak semegah keraton di Pulau Buton.

Langara adalah ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, yang berdiri di Pulau Wawonii. Pulau ini berada di gugusan Kepulauan Wawonii, dipisahkan Selat Wawonii dari daratan Sulawesi. Secara historis, Wawonii masuk dalam lingkaran pengaruh Kesultanan Buton, kekuatan maritim yang berpusat di Pulau Buton dan menguasai jalur pelayaran di jazirah tenggara Sulawesi.

Sisa-sisa masa itu bisa dijumpai dalam bentuk benteng kecil, makam tokoh, dan struktur batu yang kini sebagian tertutup vegetasi. Tidak semuanya terawat. Beberapa batu karang penyusun dinding sudah miring, ditumbuhi lumut dan akar. Namun bentuk dasarnya masih bisa dikenali oleh warga yang akrab dengan cerita leluhur.

Benteng, Makam, dan Struktur Batu

Benteng peninggalan di Wawonii umumnya dibangun dari batu karang yang direkatkan tanpa semen, memanfaatkan bahan yang tersedia di pesisir. Pola ini mirip dengan benteng-benteng Buton di Pulau Buton, meski skalanya lebih kecil. Fungsinya sebagai pos pengawasan laut dan tempat berlindung saat serangan dari laut.

Selain benteng, terdapat makam-makam tua yang diyakini milik tokoh penyebar Islam atau pemimpin lokal. Beberapa makam memiliki nisan berukir sederhana dengan kaligrafi yang sudah aus. Warga setempat masih mengunjungi lokasi ini pada waktu tertentu, terutama saat haul atau ziarah keluarga.

Struktur batu lain tersebar di beberapa titik, kadang hanya berupa pondasi atau undakan. Tidak ada prasasti lengkap yang menjelaskan tahun pendirian. Karena itu, penelusuran sejarah lebih banyak bersandar pada tradisi lisan dan catatan Belanda tentang jaringan pelayaran Buton.

Merawat Ingatan, Menjaga Situs

Hingga 2025, upaya pelestarian situs-situs ini masih berjalan lambat. Tidak ada tiket masuk resmi, tidak ada museum khusus. Warga sekitar yang menjaga secara swadaya, kadang dengan menyediakan jalan setapak atau membersihkan rumput.

Akses menuju Langara bisa ditempuh lewat laut dari Kendari atau Pelabuhan Unaaha, dengan waktu tempuh beberapa jam tergantung cuaca. Ada juga penerbangan perintis ke bandara kecil di Wawonii. Biaya perjalanan relatif terjangkau, namun jadwal angkutan laut bisa berubah mengikuti kondisi gelombang.

Bagi pengunjung, yang bisa dilakukan adalah datang dengan hormat, tidak memindahkan batu, dan bertanya kepada warga sebelum masuk area makam. Situs ini bukan objek wisata komersial, melainkan bagian dari memori kolektif masyarakat Wawonii yang terhubung dengan Kesultanan Buton. Jejaknya kecil, tetapi kehadirannya mengingatkan bahwa Wawonii pernah menjadi simpul dalam jaringan maritim Buton.

Sering Ditanyakan

Di mana lokasi Langara?

Langara berada di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, dan menjadi ibu kota kabupaten tersebut.

Apa hubungan Langara dengan Kesultanan Buton?

Wawonii, tempat Langara berada, masuk dalam lingkaran pengaruh Kesultanan Buton yang berbasis di Pulau Buton dan menguasai jalur pelayaran di jazirah tenggara Sulawesi.

Peninggalan apa saja yang masih ada?

Umumnya berupa benteng batu karang berskala kecil, makam tokoh, dan struktur batu seperti pondasi atau undakan yang sebagian sudah tertutup vegetasi.

Bagaimana cara mencapai Langara?

Bisa lewat laut dari Kendari atau Pelabuhan Unaaha, atau dengan penerbangan perintis ke bandara kecil di Wawonii. Jadwal angkutan laut bergantung cuaca.